HeIns Online - Insomnia alias sulit tidur mempengaruhi
aktivitas sehari-hari. Riset Indah Budiarti dari Fakultas Kedokteran
Universitas Diponogoro, Semarang, Jawa Tengah, pada 2009 membuktikan
akar bunga valerian.
Valeriana officinalis mengandung benzodiazepine yang menyebabkan kantuk dan rileks. Konsumsi 91 mg ekstrak akar valerian per kg bobot tubuh dapat menjadi obat insomnia. Riset itu memperlihatkan senyawa benzodiazepine juga yang dikandung pada obat kimia untuk insomnia. Sumber Trubus
Deskripsi Valeriana officinalis berdasarkan Wikipedia.org
Akar Valerian adalah tanaman asli dari Inggris. Dalam literatur orang Barat, Akar Valerian berkhasiat sebagai penenang, obat anti-muntah, dan memperkuat sistem atau organ-organ pencernakan.
Tanaman Akar Valerian berukuran kecil, berbunga dari bulan Juni sampai September, diwarnai dengan warna pink dan warna daging, dengan bau sedikit menyengat. Akar Valerian berbau asam valerat dan kamper, memiliki rasa manis diikuti rasa pahit seperti rempah; mengandung alkoloid dan yang tak berbau dan mudah menguap (metil 2-pirolil keton), juga minyak atsiri yang mengandung 1% ester epoksivalerianat.
Minyak atsiri memiliki kegunaan untuk menekan seluruh sistem saraf sentral, dan digunakan pula untuk mengobati baik histeria, hipokondriasis dan ketidaktengangan safat, maupun insomnia (penyakit sulit tidur), serta obat kekejangan dalam serangan epilepsi (ayan). Akar Valeriana biasa digunakan untuk ramuan jamu urat sadar.
Anda dapat menemukan artikel lengkapnya di Trubus Majalah dan Wikipedia.org
Valeriana officinalis mengandung benzodiazepine yang menyebabkan kantuk dan rileks. Konsumsi 91 mg ekstrak akar valerian per kg bobot tubuh dapat menjadi obat insomnia. Riset itu memperlihatkan senyawa benzodiazepine juga yang dikandung pada obat kimia untuk insomnia. Sumber Trubus
Deskripsi Valeriana officinalis berdasarkan Wikipedia.org
![]() |
| Ilustrasi Valerian pfaf.org |
Akar Valerian adalah tanaman asli dari Inggris. Dalam literatur orang Barat, Akar Valerian berkhasiat sebagai penenang, obat anti-muntah, dan memperkuat sistem atau organ-organ pencernakan.
Tanaman Akar Valerian berukuran kecil, berbunga dari bulan Juni sampai September, diwarnai dengan warna pink dan warna daging, dengan bau sedikit menyengat. Akar Valerian berbau asam valerat dan kamper, memiliki rasa manis diikuti rasa pahit seperti rempah; mengandung alkoloid dan yang tak berbau dan mudah menguap (metil 2-pirolil keton), juga minyak atsiri yang mengandung 1% ester epoksivalerianat.
Minyak atsiri memiliki kegunaan untuk menekan seluruh sistem saraf sentral, dan digunakan pula untuk mengobati baik histeria, hipokondriasis dan ketidaktengangan safat, maupun insomnia (penyakit sulit tidur), serta obat kekejangan dalam serangan epilepsi (ayan). Akar Valeriana biasa digunakan untuk ramuan jamu urat sadar.
Anda dapat menemukan artikel lengkapnya di Trubus Majalah dan Wikipedia.org


0 Comments:
Post a Comment